Tulisan keenambelas di bulan kelima didedikasikan untuk menjawab pertanyaan bagaimana rasanya menulis terus-terusan. Rasanya seperti sedang setengah perjalanan menuju kaya, sembari menekuni kembali keinginan menjadi kuli tinta. Bedanya, dulu dituntut sehari delapan setoran, sekarang satu saja topiknya juga suka-suka. Melegakan, meluapkan isi kepala tanpa khawatir tumpah. Yang paling sulit dipercaya, ternyata banyak yang baca. 감사합니다

Tapi tentu ada juga sisi buruknya. Pertama, tertinggal episode serial. Menyebalkan saat mulai menonton serial bersama-sama, tapi ia terus melanjutkan tontonan ketika aku menyelesaikan tulisan. Rewind is the only option to realign. Kedua, terpaksa makan bakwan yang tak lagi hangat. Bayangkan, saat buka puasa gorengan tampak sangat menggoda, namun baru satu gigitan muncul ide tulisan. Ketiga, menghabiskan banyak air. Mana mungkin mengetik sembari mulut tak berkutik? Bila tak ada yang dicemil minimum minum air. Satu paragraf, satu gelas, tambah satu flush.

Sudah, itu saja. Ini hari Sabtu, dan aku sedang terburu-buru. Sekarang waktunya Mbak Sun Woo, untuk Bang Wiro sampai ketemu besok~