Perjalanan genre hiburan seorang yang terlalu banyak pertanyaan.

Selama puluhan tahun aku berkiblat pada genre action dan thriller non horror dalam menikmati film, yang semuanya produksi Amerika dan British-American. Drama romantis yang ku suka pun latarnya tetap seputar mahzab utama, seperti Allied, film romantic thriller berlatar perang dunia II yang dibintangi oleh Brad Pitt dan Marion Cotillard. Kisah cinta yang disajikan dalam drama Korea tak cukup kuat menahan ku duduk. Pun sebagai wanita kerap ditanya “Suka drama Korea?”, pertanyaan yang menurut ku konteksnya cukup seksis. Namun, berusaha tak memperpanjang percakapan aku biasanya menjawab “Pernah nonton At The Dolpiin Bay”, satu-satunya drama yang ku tonton sewaktu remaja dan sudah tak ingat ceritanya. Belakangan ku tahu drama tersebut besutan Taiwan, bukan Korea. hehehe..

Suatu ketika aku tertarik dengan poster serial Korea bernuansa klasik di Netflix, Something in The Rain. Cerita romansa dengan soundtrack Stand by Your Man yang dinyanyikan oleh Tammy Wynette ku rasa pantas dicoba. Ternyata alur kisah cukup sederhana, tapi konflik yang disajikan terasa nyata. Pemeran utama Son Ye-JIn (sebagai Yoon Jin-Ah) dan Jung Hae-In (sebagai Seo Joon-Hee) berhasil menampilkan romansa beda usia dengan luar biasa. Kemesraan mereka on camera bisa dibilang selevel Max Vatan (Brad Pitt) dan Marianne Beausejour (Marion Cotillard) dalam Allied. Tingkat chemistry yang membuat Marion Cotillard diterpa isu berada di antara Brad Pitt dan Angelina Jolie, demikian juga Son Ye-Jin dan Jung Hae-In yang diduga berkencan. Something in the Rain adalah drama Korea pertama yang berhasil mengajak ku menjajaki judul lainnya.

Beda dengan genre action dan thriller berbahsa Inggris yang merayu ku dengan alur cerita yang kuat, pertimbangan utama ku saat menonton drama Korea adalah keberhasilan para bintang memainkan karakternya. Tentu, latar cerita juga penting. Selama menonton film, kepala ku berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengkritisi alur cerita, bila ku temukan adegan janggal, biasanya aku langsung kehilangan hasrat untuk melanjutkan. Namun, kekuatan acting para pemain utama bisa menjadi sedikit substitusi, seperti di drama Crash Landing on You. Beberapa adegan di serial tersebut memantik sedikit ragu, tapi kaliber acting Hyun Bin dan Son Ye-Jin memang tak main-main.

Setelah berselancar di saluran tv, ku sadari banyak drama Korea yang ku suka adalah buatan JTBC. Perusahaan penyiaran ini banyak menghasilkan drama dengan cerita yang masuk akal, tak seperti tiba-tiba amnesia atau jatuh cinta pada AI yang memiliki perasaan. Beberapa judul yang telah ku tonton, dan cukup pantas untuk direkomendasikan adalah: 1) The World of The Married, dengan rating 28,37 (Nielsen Korea), angka tertinggi sepanjang sejarah drama Korea, 2) Something In The Rain, 3) Sky Castle, 4) The Wind Blows, 5) That Winter, The Wind Blows. Sorry, Descendants of The Sun, you have so many flaws. 🙂

Bagi seseorang yang sebelumnya selalu berkata tidak pada drama Korea, termasuk saat ditanya oleh menteri delegasi Korea Selatan, tampaknya sekarang aku telah banyak mengkhatamkan banyak judul serial. Bila ditanya tentang genre favorit, action dan thriller non horror masih jadi jawaban utama, tapi drama Korea jelas mengajak ku ke sudut lain dunia hiburan.