Laugh whenever you can. Keeps you from killing yourself when things are bad. That and vodka.

Jim Butcher, Changes

Membaca berita akhir-akhir ini bisa membuat gila, jadi bagaimana kalau menertawakan nasib sial kita saja? Bukan kah itu buah kebodohan pembuat kebijakan yang menimbang kita sebagai guyonan? Tapi jangan keras-keras agar pelindung wajah tak lepas. Kita masiih membutuhkannya, entah sampai kapan, atau mungkin selamanya dan ini yang disebut new normal?

New normal? How can we call it new when all things we’ve done is so few and no clue? How come it be normal when our treats to medical staff are amoral? Pekerja lapangan yang tewas sebagai korban kebijakan tak jelas disebut pahlawan. Minta perlindungan malah didendangkan nyanyian. Ojo mudik, ojo mudik ndisik~

Saat Kemenaker merilis single perdana, yang ternyata cukup menghibur untuk ditertawakan, tampaknya mereka lupa betapa banyaknya tugas pekerjaan. Tenaga medis di daerah banyak yang upahnya mepet UMK, padahal nyawa masuk dalam kontrak kerja. Penolakan dari lingkungan, kematian ibu dan janin dalam kandungan, dan ditolak saat pemakaman menunjukan para pekerja medis tak memperoleh perlindungan.

Sebelas duabelas dengan Menkominfo yang sok asik nyanyi lagu jangan mudik, di saat mahasiswa menjerit kuliah online makan kuota selangit. Data yang bocor dan berserakan, serta mandat akses informasi yang setara tampaknya terlalu susah digarap, jadi sebaiknya kita nyanyi saja. Tidak mudik, tidak mudik, tetap asik~

Tapi jujur, lagunya tak begitu manjur. Soalnya, sambil berdendang, Menhub membuka jalan bagi kendaraan. Jangan mudik~ jangan mudik~ tapi banyak celah untuk jadi trik. Yang paling memantik tanya, siapa pencipta dan apa pula segmentnya? Dari irama, tembang hanya cocok dengan usia penyanyinya. Yha maaf, tapi bagaimana dengan kita yang masih muda, beda, dan percaya konspirasi? Apa hanya tersaji Sunset di Tanah Anarki? Hehe alamat email saya ada di sini.

Padahal, ketimbang berakhir memalukan, Pak Moeldoko tinggal panggil Kaka saja, penyanyi dengan banyak penggemar fanatik yang ternyata tertarik politik. Efektif dan tak sulit. Dia cukup ternama untuk mendekati kaum muda, dan beberapa tahun terakhir tampak merapat ke istana. Atau mau minta Wakil Presiden doa qunut saja?